Warga Desa Tegal Taman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB digemparkan dengan munculnya ribuan tikus yang memenuhi Saluran Sekunder (SS) Tegal Taman, tepatnya di Blok Pondoh desa setempat.
Kepala Desa Tegal Taman, Jamroni mengaku kaget saat menerima informasi seperti itu dari warga. Dia pun langsung mendatangi lokasi untuk memastikan benar tidaknya informasi itu. “Sekitar pukul 23.30 WIB warga memberitahukan adanya ribuan tikus di sungai tepatnya di sekitar gapura desa yang tidak diketahui dari mana arah datangnya,” kata Jamroni, Kamis (25/2).
Menurutnya, keberadaan tikus-tikus tersebut sontak menggemparkan warga yang saat itu sedang terlelap tidur. Hanya saja warga tidak berani membunuhnya, hanya sebatas menyaksikan dan mengawasi hingga pagi hari. Yang membingungkan, kata Jamroni, tikus tersebut diam saja, tidak beranjak pergi.
Pihaknya meyakini, tikus-tikus tersebut bukanlah tikus biasa mengingat banyak keanehan yang terjadi seperti datang tiba-tiba dengan jumlah mencapai ribuan. “Karena khawatir terjadi sesuatu pada malam itu, makanya warga memilih untuk mengawasinya hingga pagi. Setelah pagi datang, mereka kemudian membunuh tikus-tikus tersebut,” ujarnya.
Jamroni menjelaskan, areal pertanian di desanya ada sekitar 500 hektare, dan saat ini kondisi padi rata-rata sedang bunting dan sebagian sudah keluar malai. Sedangkan hama yang paling dominan adalah hama tikus yang sudah merusak sekitar 200 hektaran tanaman padi.
Kondisi tersebut, lanjut Jamroni, sangat dikeluhkan warga Desa Tegal Taman yang mayoritas adalah petani. Untuk, kata dia, perlu adanya penanganan serius guna menyelamatkan tanaman padi para petani karenaa kegiatan gropyokan yang kerap dilakukan pemdes bersama petani belum mencapai hasil yang optimal.
“Kami berharap ada dukungan dari pihak tertentu, seperti pemerintah daerah ataupun pihak lain, sehingga pencapaian hasil produksi tanaman pangan tidak mengalami penurunan secara signifikan,” terangnya.
Terpisah, salah seorang warga desa setempat, Dudung mengatakan, peristiwa tersebut telah menggerkan warga Desa Tegal Taman dan desa terdekat. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat dimana tikus-tikus tersebut berada, dengan maksud ingin membuktikan kebenaran informasi dan bahkan sebagian mereka sudah mempersiapkan peralatan untuk membunuh tikus tersebut.
“Warga geram karena tanaman padinya rusak. Makanya mereka ingin membunuh tikus-tikus tersebut,” katanya.
Sumber: news.fajarnews.com
Kepala Desa Tegal Taman, Jamroni mengaku kaget saat menerima informasi seperti itu dari warga. Dia pun langsung mendatangi lokasi untuk memastikan benar tidaknya informasi itu. “Sekitar pukul 23.30 WIB warga memberitahukan adanya ribuan tikus di sungai tepatnya di sekitar gapura desa yang tidak diketahui dari mana arah datangnya,” kata Jamroni, Kamis (25/2).
Menurutnya, keberadaan tikus-tikus tersebut sontak menggemparkan warga yang saat itu sedang terlelap tidur. Hanya saja warga tidak berani membunuhnya, hanya sebatas menyaksikan dan mengawasi hingga pagi hari. Yang membingungkan, kata Jamroni, tikus tersebut diam saja, tidak beranjak pergi.
Pihaknya meyakini, tikus-tikus tersebut bukanlah tikus biasa mengingat banyak keanehan yang terjadi seperti datang tiba-tiba dengan jumlah mencapai ribuan. “Karena khawatir terjadi sesuatu pada malam itu, makanya warga memilih untuk mengawasinya hingga pagi. Setelah pagi datang, mereka kemudian membunuh tikus-tikus tersebut,” ujarnya.
Jamroni menjelaskan, areal pertanian di desanya ada sekitar 500 hektare, dan saat ini kondisi padi rata-rata sedang bunting dan sebagian sudah keluar malai. Sedangkan hama yang paling dominan adalah hama tikus yang sudah merusak sekitar 200 hektaran tanaman padi.
Kondisi tersebut, lanjut Jamroni, sangat dikeluhkan warga Desa Tegal Taman yang mayoritas adalah petani. Untuk, kata dia, perlu adanya penanganan serius guna menyelamatkan tanaman padi para petani karenaa kegiatan gropyokan yang kerap dilakukan pemdes bersama petani belum mencapai hasil yang optimal.
“Kami berharap ada dukungan dari pihak tertentu, seperti pemerintah daerah ataupun pihak lain, sehingga pencapaian hasil produksi tanaman pangan tidak mengalami penurunan secara signifikan,” terangnya.
Terpisah, salah seorang warga desa setempat, Dudung mengatakan, peristiwa tersebut telah menggerkan warga Desa Tegal Taman dan desa terdekat. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat dimana tikus-tikus tersebut berada, dengan maksud ingin membuktikan kebenaran informasi dan bahkan sebagian mereka sudah mempersiapkan peralatan untuk membunuh tikus tersebut.
“Warga geram karena tanaman padinya rusak. Makanya mereka ingin membunuh tikus-tikus tersebut,” katanya.
Sumber: news.fajarnews.com
